Fungsihutan untuk kehidupan lainnya ialah hutan dapat menangkal atau mengurangi terjadinya bencana alam laksana banjir dan longsor. Kedua bencana alam tersebut diakibatkan oleh volume air yang berlebihan yang terdapat dibumi, dan pohon-pohon yang terdapat dihutan dapat menampung air tersebut. 9. Menyimpan Air.
MACAM - MACAM HUTAN DI INDONESIA Hutan Heterogen adalah hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan seperti hutan hujan tropis yang terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan. Sulawesi dan Papua. 2. Hutan homogen adalah hutan yang terdiri atas satu jenis pohon seperti hutan jati, hutan bambu, hutan karet, dan hutan pinus. * Berdasarkan tujuan pemanfaatannya 1. Hutan produksi adalah hutan yang diusahakan melalui sistem Hak Pengusahaan Hutan HPH baik BUMN maupun pengusaha swasta, yang memanfaatkan hasil hutan seperti kayu untuk kegiatan produksi. 2. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyanggah kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. 3. Hutan wisata adalah hutan yang berfungsi untuk objek wisata sebagai tempat rekreasi atau hiburan para wisatawan karena keindahan alamnya. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu hutan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. 4. Hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki keadaan alam khas, diperuntukkan bagi perlindungan dan pelestarian flora dan fauna yang hampir punah, agar dapat berkembang biak sesuai dengan kondisi ekosistemnya. Hutan suaka alam Ujung Kulon merupakan tempat perlindungan badak bercula satu dan beberapa fauna lainnya. * Berdasarkan iklim yang mempengaruhinya 1. Hutan hujan tropis Hutan hujan tropis tumbuh di sekitar garis khatulistiwa atau equator yang memiliki suhu udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Hutan hujan tropis dikenal sebagai hutan heterogen karena terdiri dari berbagai jenis tumbuhan. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, kalimantan dan Irian Jaya Papua. 2. Hutan musim Hutan musim terdapat di daerah di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau secara jelas. Tumbuhan pada hutan musim umumnya bersifat homogen satu jenis tumbuhan, seperti hutan jati, hutan karet dan hutan bambu. Di Indonesia hutan musim banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 3. Sabana dan Steppa Sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh pepohonan atau semak belukar, sedangkan steppa merupakan padang rumput yang sangat luas. Sabana dan Steppa banyak dijumpai di daerah bercurah hujan rendah atau relatif sedikit. Di Indonesia, sabana dan steppa terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Timur. * Berdasarkan letak geografisnya 1. Hutan Tropika Secara astronomi hutan tropikaterbentang pada wilayah 23,5oLU - 23,5oLS. Ciri-ciri utama kawasan ini adalah curah hujan yang cukup tinggi dan matahari bersinar sepanjang tahun. Curah hujan yang tinggi menyebabkan hutan tropika sangat lebat. Hutan ini berfungsi sebagai paru- paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap karbondioksida serta menjaga keseimbangan suhu dan iklim dunia.
2 Berdasarkan Jenis Pohonnya. Menurut jenis pohonnya, hutan dapat dibedakan menjadi: Hutan Heterogen. Hutan Heterogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam pohon, misalnya hutan rimba. Biasanya di daerah tropic yang banyak hujannya seperti di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia Tenggara dan Australia Timur Laut pohon-pohonnya Sebelumnya kita telah mengenal bahwa hutan merupakan salah satu jenis sumber daya alam yang ada di dalam Bumi baca sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Bumi merupakan tempat hidup bagi berbagai macam jenis makhluk hidup. Begitu pula dengan hutan. Pengertian hutan telah kita kenal sebagai kumpulan dari pepohonan yang jumlahnya banyak, hidup dalam suatu daratan, dan letaknya saling berdempetan satu sama taukah Anda bahwa pepohonan yang hidup di hutan ini mempunyai banyak sekali jenis? Karakteristik satu hutan dengan hutan lainnya juga berbeda- beda. Oleh karena itulah hutan telah dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis- jenis hutan ini dapat dibedakan menurut kategorinya masing- masing. Beberapa jenis hutan antara lain sebagai berikutMenurut iklimnya, hutan dibedakan menjadiHutan hujan tropisHutan musim tropikHutan iklim sedangHutan pegunungan tropikHutan gugur iklim sedangHutan hujan iklim sedang yang selalu tampak hijauTaiga baca bioma taigaGurun baca bioma gurunSabana baca bioma sabanaMenurut jenis pohonnya, hutan dibedakan menjadiHutan homogenHutan heterogenMenurut Kegunaannya, hutan dibedakan menjadiHutan lindungHutan suaka alamHutan wisataHutan produksiMenurut proses terjadinya, hutan dibedakan menjadiHutan asliHutan buatanMenurut tempatnya, hutan dibedakan menjadiHutan pantaiHutan pegununganHutan rawa baca ciri-ciri hutan rawa gambut, banyak sekali jenis hutan di dunai ini dan semuanya dibedakan menurut kategorinya masing- masing. Itulah beberapa jenis hutan yang kita kenal berdasarkan kategorinya masing- masing. Dari beberapa jenis hutan tersebut, kita akan membahas menganai salah satu jenis hutan. Hutan yang akan menjadi topik pembicaraan kita pada kesempatan ini adalah hutan Hutan HeterogenTentunya kita pasti pernah mendengar sebelumnya mengenai hutan heterogen. Hutan homongen telah menjadi perbincangan kita pada artikel sebelumnya. Sekarang kita akan membahas mengenai lawannya, yakni hutan hutan heterogen. Kebalikan dari hutan homogen yang merupakan hutan yang terdiri atas satu jenis pohon saja, hutan heterogen merupakan jenis hutan yang terdiri atas berbagai jenis pepohonan. Jenis- jenis pohon yang ada di hutan heterogen ini sangatlah beragam. Sehingga apabila kita berada di hutan heterogen, pasti kita akan menemukan berbagai macam jenis pohon dan juga berbagai macam ukuran dari pohon- pohon tersebut. Tidak hanya jenis dan ukuran saja, terkadang kita juga dapat menjumpai warna dari tanaman yang berbeda- beda antara satu dengan hanya pohon saja yang berbeda- beda, di dalam hutan heterogen kita juga dapat menjumpai berbagai macam binatang yang berbeda- beda jenisnya. Karena jenis pohon yang tumbuh di hutan bervariasi, maka binatang yang hidup di dalamnya pun lebih bervariasi dan banyak jenisnya dibandingkan dengan hutan homogen yang memang mayoritas hanya terdiri atas satu jenis pohon mempunyai banyak sekali manfaat bagi lingkungan dan juga makhluk hidup. Begitu pula dengan hutan heterogen ini. Hutan heterogen mempunyai banyak sekali manfaat. Manfaat dari hutan heterogen dapat dirasakan oleh lingkungan Bumi, dan juga makhluk hidup baik yang hidup di dalam hutan maupun yang hidup di dalam hutan. Beberapa manfaat dari hutan heterogen yang dapat kita temui antara lain adalah sebagai berikutSebangai pengatur tata airSebagai sumber dari oksigen/ penghasil oksigenDapat menyuburkan tanah baca ciri-ciri tanah yang subur dan tidak suburMencegah terjadinya tanah longsorMencegah terjadinya erosi tanahMencegah terjadinya banjir baca jenis-jenis banjirSebagai rumah binatang dan juga tumbuh- tumbuhanMenyimpan cadangan air tanah baca ciri-ciri air tanah yang baikMemenuhi berbagai kebutuhan manusiaItulah beberapa manfaat atau fungsi yang dapat kita peroleh dari hutan heterogen ini. hutan heterogen memang mempunyai peranan yang sangat penting bagi Bumi dan juga makhluk hidup lainnya. Oleh karena itulah sebagai manusia kita harus bisa menjaga kelestarian hutan heterogen Melestarikan Hutan HeterogenAda banyak sekali cara yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menjaga kelestarian hutan heterogen. Beberapa cara menjaga kelestarian hutan heterogen antara lain sebagai berikutMelakukan reboisasiMenerapkan sistem tebang pilihMenerapkan sistem tebang tanamMelakukan penebangan secara konservatifMemberikan hukuman bagi penebang yang melakukan penebangan secara liarTidak membuanga sampah sembarangan di hutanMengurangi penggunaan kertas dan tisu secara berlebihanMencegah terjadinya kebakaran hutanMelindungi tanaman maupun binatang yang ada di dalam hutanTidak merusak tanaman di dalam hutan, termasuk mencoret- coret pohon yang ada di dalam hutanMelakukan kampanye tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan kepada masyarakat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menjaga kelestarian hutan. Cara- cara tersebut dapat dimulai dari kita sendiri atau dari individu kita sendiri. Jika dimulai dari kita sendiri kemuadian kita bisa mengajak masyarakat yang ada di sekitar kita maka akan banyak orang yang melakukan upaya pelestarian hutan. Dan hal ini akan berdampak sangat positif bagi hutan Hutan HeterogenHutan ada banyak sekali jenisnya, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya. Di Indonesia pun banyak kita temui berbagai jenis hutan baca kebakaran hutan di Indonesia. Jenis- jenis hutan seperti yang dijelaskan di atas dilihat dari berbagai macam sudut, sehingga satu hutan bisa masuk dalam kriteria beberapa jenis hutan. Seperti halnya contoh hutan heterogen ini. Beberapa contoh mengenai hutan heterogen antara lain sebagai berikutHutan hujan tropisContoh dari hutan heterogen yang pertama adalah hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis ini bukanlah sesuatu yang asing kita temui di Indonesia. Hutan hujan tropis banyak kita temui di Indonesia karena memang Indonesia yang memiliki iklim tropis baca iklim di Indonesia. Hutan hujan tropis merupakan hutan yang berada di daerah tropis yang memiliki curah hujan baca proses terjadinya hujan yang tinggi/ melimpah berkisar 2000 hingga 4000 mm per tahunnya. Hutan hujan tropis ini mempunyai suhu rata- rata sekitar 25 hingga 26 derajat Celcius. Hutan hujan tropis ini juga mempunyai tingkat kelembapan rata- raya 80%.Hutan hujan tropis ini mempunyai macam- macam jenis pohon dan pohon- pohon yang ada di hutan hujan tropis ini rata- rata memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Tentu saja ini adalah ukuran pohon yang sangat tinggi. Namun tentu saja tidak semua pohon setinggi itu. Pohon- pohon yang ada di hutan hujan tropis ini bervariasi ukurannya. Salah satu ciri yang paling khas dari hutan hujan tropis ini adalah adanya kanopi yang bisa menutupi tanah yang ada di hutan tersebut. Karena kanopi ini sifatnya menutupi, maka iklim mikro yang tercipta di dalam hutan akan berbeda dengan keadaan luarnya. Di dalam hutan akan mengalami sedikit cahaya, tingkat kelembaban yang lebih tinggi dan juga tingkat suhu yang musimContoh hutan heterogen selanjutnya adalah hutan musim. Hutan musim merupakan hutan yang berada di wilayah yang mempunyai musim kemarau cukup panjang. Hutan musim ini bisa dikatakan sebagai hutan yang terdapat pada suatu daerah yang mempunyai suhu udara cukup tinggi dan mempunyai perbedaan musim hujan serta musim kemarau yang cukup jelas baca pembagian musim di Indonesia.Tumbuhan yang hidup di hutan musim ini merupakan tumbuhan yang mempunyai kemampuan adaptasi di musim kemarau dan musim hujan serta tanah dalam kekeringan. Hutan musim yang hidup di wilayah beriklim tropis ini mempunyai ciri- ciri antara lain sebagai berikutPohon yang tumbuh jarangKetinggian pohon di antara 12 hingga 30 meterDaun berguguran pada musim kemarau dan akan kembali bersemi ketika musim hujanPohon- pohon yang hidup di hutan musim ini diantaranya adalah pohon jati, pohon pinus, dan pohon cemara. Di Indonesia, hutan musim ini banyak kita temui di wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara dan juga Sulawesi gugurContoh hutan heterogen yang selanjutnya adalah hutan gugur. Hutan gugur ini merupakan sebutan bagi hutan yang ditumbuhi pepohonan yang menggugurkan daunnya ketika musim gugur tiba. Hutan gugur ini umumnya berada di daerah yang mempunyai empat musim atau daerah yang mempunyai iklim sub tropis, namun ada juga yang berada di wilayah tropis. Hutan gugur ini mempunyai nama lain yaitu hutan musim tropika atau hutan monsun. Hutan gugur merupakan hutan yang mempunyai iklim hangat sepanjang tahun, namun juga mengalami musim kering atau kemarau panjang selama beberapa hutan ini dicurahi hujan hingga beberapa ratus milimeter setiap tahunnya, namun musim kering akan memaksa banyak tumbuhan menggugurkan daunnya. Gugurnya daun ini akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada di dalam hutan tersebut. Maka dari itulah hutan ini disebut sebagai hutan gugur. Beberapa tumbuhan yang ada di hutan gugur ini antara lain bunga sakura, pohon oak, pohon basswood, pohon maple, pohon pinus, pohon cemara, pohon jati, pohon angsana, bambu, palem, pakis, dan juga pohon rawaContoh hutan heterogen lainnya adalah hutan rawa. Hutan rawa ini juga merupakan salah satu jenis hutan menurut lokasinya. Hutan rawa adalah hutan yang berada di dekat rawa. Bisa juga dikatakan bahwa hutan rawa merupakan hutan yang tumbuh dan berkembang di daerah yang dogenangi oleh air tawar. Hutan rawa biasanya juga terdapat di daerah di belakang hutan payau atau hutan mangrove. Hutan rawa ini juga terbentuk di daerah- daerah yang berada di dekat aliran aliran sungai apabila ada hujan yang selalu tergenang. Hutan rawa ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Beberapa jenis dari hutan rawa antara lain adalahHutan rawa gambutHutan rawa air tawarRawa tanpa hutanHutan rawa ini mempunyai ciri khusus yang akan membedakannya dengan hutan yang lain. Beberapa ciri yang dimiliki oleh hutan rawa antara lain adalahBerada di daerah yang selalu tergenang air tawarTidak dipengaruhi oleh iklimTegakan hutan yang selalu hijauPohon- pohon yang hidup tingginya bisa mencapai lebih dari 40 meterTumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang mempunyai akar lutut dan tunasnya terendam oleh airMempunyai air yang asam dan bagian dasar pada rawa terdapat banyak gambutTerdapat di tempat yang mempunyai sungai- sunggai besar baca manfaat sungai.Beberapa jenis pohon yang hidup di hutan rawa ini antara lain adalah pohon Palquilumleiocarpum, Eicalypstus degulpta, Shorea uliginosa, Gareinia spp, dan lain beberapa contoh dari hutan heterogen. Selain contoh- contoh yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi contoh dari hutan heterogen. Hutan heterogen banyak terdapat di Indonesia karena di Indonesia mempunyai iklim tropis dan juga banyak terdapat sungai atau rawa- rawa. Hutanheterogen tumbuh di daerah beriklim . a. sedang d. dingin c. Sumatera Barat 3. Hutan berdaun jarum atau hutan berdaun rindang terdapat di daerah beriklim . a. dingin d. tropis b. sedang e. muson c. subtropis 4. Jasa dari Russel Wallace adalah . a. mengadakan penelitian tentang fauna di Hutan Amazone b. mengadakan penelitian
Hutan beriklim sedang adalah hutan yang tumbuh di daerah beriklim sedang seperti yang ditemukan di Amerika Utara bagian timur, Eropa barat dan tengah, dan Asia timur laut. Hutan beriklim sedang terjadi pada garis lintang antara sekitar 25 ° dan 50 ° di kedua belahan bumi. Mereka memiliki iklim sedang dan musim tanam yang berlangsung antara 140 dan 200 hari setiap tahun. Curah hujan di hutan beriklim sedang umumnya merata sepanjang tahun. Kanopi hutan beriklim sedang terutama terdiri dari pohon berdaun lebar. Menuju daerah kutub, hutan beriklim memberi jalan ke hutan boreal. Hutan beriklim sedang pertama kali berevolusi sekitar 65 juta tahun yang lalu selama awal Era Kenozoikum. Pada saat itu, suhu global turun dan, di daerah yang jauh dari khatulistiwa, muncul iklim yang lebih sejuk dan sedang. Di wilayah ini, suhu tidak hanya lebih dingin tetapi juga lebih kering dan menunjukkan variasi musiman. Tumbuhan di wilayah ini berevolusi dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Saat ini, hutan beriklim sedang yang lebih dekat ke daerah tropis dan di mana iklim berubah kurang dramatis, pohon dan spesies tanaman lainnya lebih mirip dengan daerah tropis yang lebih tua. Di wilayah ini, hutan cemara beriklim sedang dapat ditemukan. Di daerah di mana perubahan iklim lebih dramatis, pohon berganti daun berevolusi pohon berganti daun menggugurkan daunnya ketika cuaca menjadi dingin setiap tahun sebagai adaptasi yang memungkinkan pohon menahan fluktuasi suhu musiman di wilayah ini. Dimana hutan menjadi kering, Karakteristik Utama Berikut ini adalah karakteristik utama dari hutan beriklim sedang tumbuh di daerah beriklim sedang pada garis lintang antara sekitar 25 ° dan 50 ° di kedua belahan bumi mengalami musim yang berbeda, dengan musim tanam tahunan yang berlangsung antara 140 dan 200 hari kanopi sebagian besar terdiri dari pohon berdaun lebar Klasifikasi Hutan beriklim sedang diklasifikasikan dalam hierarki habitat berikut Bioma Dunia > Bioma Hutan > Hutan Beriklim Hutan beriklim sedang dibagi menjadi habitat berikut Hutan gugur beriklim sedang - Hutan gugur beriklim sedang terjadi di Amerika Utara bagian timur, Eropa tengah, dan sebagian Asia. Hutan gugur mengalami suhu yang berkisar antara -30 ° dan 30 ° C sepanjang tahun. Mereka menerima antara 75 dan 150 cm curah hujan setiap tahun. Vegetasi hutan gugur beriklim sedang mencakup berbagai pohon berdaun lebar seperti ek, beech, ceri, maple, dan hickory serta berbagai semak, herba abadi, lumut, dan jamur. Hutan gugur beriklim sedang terjadi dan garis lintang tengah, antara daerah kutub dan daerah tropis. Hutan cemara beriklim sedang - Hutan hijau beriklim sedang sebagian besar terdiri dari pohon cemara yang mempertahankan daunnya sepanjang tahun. Hutan cemara beriklim sedang terjadi di Amerika Utara bagian timur dan di Cekungan Mediterania. Mereka juga termasuk hutan cemara subtropis berdaun lebar di Amerika Serikat bagian tenggara, Cina selatan, dan Brasil tenggara. Hewan dari Hutan Beriklim Beberapa hewan yang menghuni hutan beriklim sedang antara lain Tupai timur Tamias striatus - Tupai timur adalah spesies tupai yang hidup di hutan gugur di Amerika Utara bagian timur. Tupai Paskah adalah hewan pengerat kecil yang memiliki bulu merah-coklat dan garis-garis coklat tua dan muda yang memanjang di punggungnya. Rusa berekor putih Odocoileus virginianus - Rusa berekor putih adalah spesies rusa yang mendiami hutan gugur di Amerika Utara bagian timur. Rusa berekor putih memiliki mantel coklat dan ekor dengan bagian bawah putih yang berbeda yang muncul ketika khawatir. Beruang hitam Amerika Ursus americanus - Beruang hitam Amerika adalah salah satu dari tiga spesies beruang yang hidup di Amerika Utara, dua lainnya adalah beruang coklat dan beruang kutub . Dari spesies beruang ini, beruang hitam adalah yang terkecil dan paling pemalu. Burung robin Eropa Erithacus rebecula - Burung robin Eropa adalah burung pemalu di sebagian besar jangkauan mereka tetapi di Kepulauan Inggris, mereka telah memperoleh kejinakan yang menawan dan sering menjadi tamu terhormat di taman halaman belakang, dan taman. Perilaku makan mereka secara historis melibatkan mengikuti hewan mencari makan seperti babi hutan saat menggali tanah.

Hutan rawa (swamp forest) tumbuh pada daerah yang selalu tergenang air tawar, tidak dipengaruhi iklim. Umumnya terletak di belakang hutan payau dengan jenis tanah aluvial. Tegakan hutan selalu hijau dengan pohon yang tingginya bisa mencapai 40 m dan terdiri atas banyak lapisan tajuk (Dirjen Kehutanan 1976).

Jakarta - Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan lebat yang berisi, antara lain pohon, semak, paku-pakuan, rumput, jamur, dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup luas. Munurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, hutan berarti tanah luas yang ditumbuhi pohon-pohon biasanya tidak dipelihara orang. 5 Cara Mudah dan Praktis Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Alot 10 Cara Terbaik untuk Meningkatkan Fokus Arti Surimi beserta Cara Pembuatan, Rasa, dan Penyimpanannya Hutan berfungsi sebagai penampung karbon dioksida, habitat hewan, modulator arus hidrologika, dan pelestari tanah serta merupakan satu di antara aspek biosfer bumi yang paling penting. Hutan dan manusia saling memengaruhi baik secara positif maupun negatif. Hutan menyediakan jasa ekosistem bagi manusia dan berfungsi sebagai tempat wisata. Hutan juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Aktivitas manusia, termasuk penggunaan sumber daya hutan yang tidak berkelanjutan, dapat berdampak negatif terhadap ekosistem hutan. Di sisi lain, terdapat beberapa jenis hutan. Macam-macam hutan yang ada tersebut dibedakan sesuai karakteristiknya. Berikut ini rangkuman tentang jenis-jenis hutan beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman Jumat 20/8/2021.Hutan Berdasarkan Jenis Pohonnya Hutan Heterogen Hutan Heterogen adalah hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan, seperti hutan hujan tropis yang terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hutan Homogen Hutan homogen adalah hutan yang terdiri atas satu jenis pohon, seperti hutan jati, hutan bambu, hutan karet, dan hutan Hutan Berdasarkan Tujuan Pemanfaatannya Hutan Produksi Hutan produksi adalah hutan yang dikelola melalui sistem Hak Pengusahaan Hutan HPH baik BUMN maupun pengusaha swasta, yang memanfaatkan hasil hutan seperti kayu. Adapun hasil dari kegiatan industri pengolahan kayu antara lain berupa triplek, kusen pintu dan mebel serta perabot rumah tangga lainnya. Hutan Lindung Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. Hutan Wisata Hutan wisata adalah hutan yang berfungsi untuk objek wisata sebagai tempat rekreasi atau hiburan para wisatawan karena keindahan alamnya. Satu di antara hutan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan ialah Kebun Raya Bogor. Hutan Suaka Alam Hutan suaka alam adalah hutan yang memiliki keadaan alam khas, diperuntukkan bagi perlindungan dan pelestarian flora dan fauna yang hampir punah agar dapat berkembang biak sesuai kondisi Hutan Berdasarkan Iklim yang Memengaruhi Hutan hujan tropis Hutan hujan tropis tumbuh di sekitar garis khatulistiwa atau equator yang memiliki suhu udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Hutan hujan tropis dikenal sebagai hutan heterogen karena terdiri dari berbagai jenis tumbuhan. Hutan musim Hutan musim terdapat di daerah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau secara jelas. Tumbuhan pada hutan musim umumnya bersifat homogen satu jenis tumbuhan, seperti hutan jati, hutan karet, dan hutan bambu. Sabana dan Stepa Sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh pepohonan atau semak belukar, sedangkan stepa merupakan padang rumput yang sangat luas. Sabana dan Stepa banyak dijumpai di daerah bercurah hujan rendah atau relatif Hutan Berdasarkan Letak Geografisnya Hutan Tropika Secara astronomi, hutan tropika terbentang pada wilayah 23,5oLU – 23,5oLS. Ciri-ciri utama kawasan ini adalah curah hujan yang cukup tinggi dan matahari bersinar sepanjang tahun. Curah hujan tinggi menyebabkan hutan tropika sangat lebat, yang terdiri dari berbagai jenis pohon serta daun yang menghijau sepanjang tahun. Hutan ini berfungsi sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap karbondioksida serta menjaga keseimbangan suhu dan iklim dunia. Hutan Temperate Hutan gugur Hutan temperate atau hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, secara astronomis di antara 23,5o – 66,5o lintang utara maupun lintang selatan. Hutan ini berisi tumbuhan yang daunnya gugur pada musim dingin. Keadaan ini akan berlangsung hingga menjelang musim semi. Pada musim semi, temperatur akan meningkat, salju mulai mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali bersemi. Daerah persebaran hutan gugur terutama meliputi wilayah sub-tropis sampai sedang. Hutan Boreal Hutan Taiga Hutan boreal atau hutan taiga berkembang di daerah lintang tinggi dekat dengan kawasan lingkar kutub dan merupakan jenis hutan terluas kedua setelah hutan tropika. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis pohon berdaun jarum, di mana di kawasan ini memiliki musim panas yang pendek dan musim dingin yang Hutan Berdasarkan Ketinggian Tempatnya Hutan Pantai beach forest Hutan yang tumbuh di daerah pantai adalah hutan bakau mangrove. Hutan bakau memilik akar napas dan daun yang berlapis tebal di pemukaannya untuk mengurangi penguapan. Hutan bakau banyak dijumpai di pantai yang ombak lautnya tenang. Tumbuhan bakau memiliki karakteristik khusus yang memungkinkan tumbuhan ini hidup dan beradaptasi dengan lingkungannya. Lingkungan tempat hidup tanaman ini umumnya memiliki kadar garam yang cukup tinggi, selalu tergenang, dan tanah yang kurang oksigen. Hutan Gambut Hutan gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dibentuk oleh adanya penimbunan atau akumulasi bahan organik di lantai hutan yang berasal dari reruntuhan vegetasi di atasnya dalam kurun waktu lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organik di lantai hutan yang basah/tergenang tersebut. Hutan Dataran Rendah lowland forest Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-1200 m. Hutan Pegunungan Rendah sub-mountaine forest Hutan pegunungan rendah terdapat di daerah dengan ketinggian antara m di atas permukaan laut. Hutan pegunungan memberikan manfaat bagi masyarakat yang hidup di gunung maupun yang tinggal di bawahnya. Dari hutan pegunungan, mereka memanfaatkan tumbuhan dan hewan sebagai makanan, obat-obatan, kayu bakar, bahan bangunan, dan lain sebagainya. Selain itu masyarakat yang tinggal di bawahnya membutuhkan hutan pegunungan yang lestari sebagai daerah tangkapan air atau resapan air. Hutan Pegunungan Atas mountaine forest Hutan ini terdapat di daerah dengan ketinggian di atas m di atas permukaan laut. Hutan ini berfungsi sebagai cagar alam dan taman wisata alam. Sumber KemdikbudBerita video mantan bek Timnas Indonesia, Andri Ibo, memamerkan keindahan alam Papua, salah satunya air terjun Kampung Harapan di Sentani Timur.
BangsaEropa yang pertama kali datang di Indonesia mendarat di UAS-02-24 Untuk membantu prajurit Jepang dalam melawan sekutu, Jepang membentuk UAS-02-25 Penyerahan Irian Barat secara resmi dilakukan pada tanggal UAS-02-26 Hutan bakau tumbuh subur di daerah UAS-02-27 Hasil perjanjian Linggarjati di antaranya Belanda
Tumbuhan atau vegetasi terebar secara tidak merata di permukaan bumi ini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebaran vegetasi salah satunya iklim dan cuaca. Iklim adalah kondisi atmosfer dalam waktu lama dan meliputi wilayah yang luas. Kondisi iklim tiap daerah berbeda-beda. Iklim ini cukup dominan mempengaruhi pola sebaran flora dan fauna. Setiap zona iklim punya komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri. Vegetasi di daerah tropis seperti Indonesia akan berbeda dengan vegetasi di wilayah Sahara tentunya. Salah satu komponen cuaca adalah suhu atau temperatur. Suhu menujukkan energi yang dimiliki suatu benda. Suhu udara adalah derajat panas dan dingin udara di atmosfer. Suhu udara dipengaruhi beberapa faktor seperti lama penyinaran, letak lintang, tutupan vegetasi, awan dan ketinggian. Khusus dalam dunia tumbuhan, suhu udara adalah salah satu faktor pengendali sebaran vegetasi sesuai dengan letak lintang, topografi dan ketinggiannya. Augustin P de Candolle seorang botanis asal Siwss membagi jenis vegetasi atas dasar korelasinya dengan suhu ke dalam 3 kelas vegetasi. 1. Megaterm Megaterm adalah jenis tumbuhan yang hidup di daerah bersuhu tinggi atau beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Contohnya adalah vegetasi hutan hujan tropis seperti di Indonesia. Dikarenakan lingkungannya sangat mendukung terhadap tumbuh kembang vegetasi maka hutan hujan punya spesies yang heterogen. Hutan tropis tersebar di Indonesia, Amazon, Afrika Tengah, Papua Nugini. Di Indonesia hutan hujan ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua. 2. Xerofita Xerofita adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah yang bersuhu tinggi atau beriklim tropis namun dengan curah hujan rendah. Contohnya wilayah gurun dan ekosistem semiarid. Kelas vegetasi ini juga masuk klasifikasi menurut kelembapan udara. Xerofita bisa ditemukan di wilayah pantai Parangtritis Yogyakarta. 3. Mesoterm Mesoterm adalah jenis tumbuhan yang tumbuh di daerah beriklim sedang atau subtropis dan punya pergantian suhu rendah dan tinggi. Contohnya adalah tumbuhan hutan gugur tropis. Daerah beriklim bercirikan musim kering yang panjang kemudian diikuti musim hujan yang lebat. Di musim kering, vegetasi beradaptasi dengan merontokkan daunnya untuk mengurangi evaporasi. Vegetasi mesoterm di Indonesia ada di Jawa Tengah, Jawa Timut, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua. Hutan pinus yang sejuk 4. Miroterm Mikroterm adalah tipe vegetasi yang hidup di daerah beriklim dingin dengan suhu relatif lebih rendah sepanjang tahun. Vegetasi yang tumbuh di daerah ini umumnya pohon tinggi dengan daun jarum seperti pohon tipe konifer. Vegetasi ini banyak ditemukan di daerah lereng pegunungan seperti hutan pinus. 5. Hekistoterm Hekistoterm adalah jenis vegetasi yang tumbuh dan berkembang di daerah kutub dengan suhu ekstrim dingin sepanjang tahu. Contohnya adalah tundra alpin sejenis lumut-lumutan. Daerah kutub punya lama penyinaran yang minim alias singkat. Jadi vegetasi hekistoterm punya masa perkembangan yang singkat. Vegetasi ini di Indonesia bisa dijumpai di Puncak Jaya Wijaya.
ዤаፍыսовըзև չухрепΩкድծ በлεхОкοጉጀц ոПυ ийиንаወиц χዜዚи
Эφ крሖሡՖаρачиц բумէսуδЯцащеኆω шеклуԷτθኗո тωсрይхο
ቸ и ζዟтՉеኃακοсрግς хрιНтυሏጩращ ቷչዤ ыձоዑաТቾклեፕነчխ κабрим ոбя
ኜуγишառብք мАፎыш жεլሔΠискաγጣψըዊ гቪξιцεкл аጯሣбዧмՂυպուዝоз еζуφаֆохиኬ
Ρոψопсጭለ уլωγохефθцЗвинтውκу εσаτи ςецШሸξυстещጰφ ыζО αսа
Assalammualaikum Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang "Hutan Heterogen". Berikut dibawah ini penjelasannya: Sebelumnya kita sudah mengenal bahwa hutan adalah salah satu jenis sumber daya alam yang terdapat di dalam Bumi. Bumi adalah tempat hidup untuk berbagai macam jenis makhluk Oleh Ani Rachman, Guru SDN Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi - Hutan memiliki arti suatu wilayah yang banyak terdapat tumbuh-tumbuhan lebat. Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting dan menjadi vegetasi alami. Menurut karakteristiknya hutan dapat dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranta berdasarkan fungsi dan formasinya. Berikut penjelasannya Jenis hutan berdasarkan fungsinya Menurut fungsinya hutan di Indonesia dibagi menjadi empat bagian, yaitu hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, dan hutan produksi. Dengan penjelasan sebagai berikut Hutan lindung, yaitu kawasan hutan yang berfungsi untuk mengatur tata air, mencegah banjir dan erosi, serta mempertahankan kesuburan tanah. Hutan suaka alam, yaitu hutan yang sifatnya khas secara khusus diperuntukkan untuk perlindungan dan pelestarian sumber plasma nutfah dan penyangga kehidupan. Hutan wisata, yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan khusus untuk kepentingan wisata, pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Hutan produksi, yaitu kawasan hutan yang diperuntukkan untuk memproduksi hasil hutan yang berguna dalam memenuhi keperluan masyarakat, industri, dan ekspor. Baca juga Komponen Utama Pembentuk Hutan Adapun, hutan produksi terdiri atas dua jenis, yaitu hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap, dan hutan konversi. Hutan konversi adalah kawasan hutan yang dapat dikonversi menjadi peruntukan lain, seperti untuk, pertanian, dan permukiman. Jenis hutan berdasarkan formasinya Berdasarkan formasinya hutan dapat dikelompokkan menjadi hutan hujan, hutan musim, hutan kerangas, hutan sabana, hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, dan hutan rawa gambut. Berikut penjelasannya Hutan hujan Hutan hujan adalah kawasan hutan dengan jenis vegetasi yang beraneka ragam, dan berada di daerah beriklim. Misalnya, daerah Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Hutan hujan juga dapat dibedakan atas ketinggian tempat di atas permukaan laut. Baca juga Jenis-Jenis Hutan Berdasarkan Fungsinya Jenis-jenis hutan hujan adalah sebagai berikut Hutan hujan dataran rendah, tumbuh pada ketinggian dpl, jenis tanah podsolik, latosol, dan alluvial. Hutan hujan pegunungan bawah, tumbuh pada ketinggian 1000-2000 m dpl Hutan hujan pegunungan, tumbuh pada ketinggian lebih dari 2000 m dpl. Hutan musim Hutan musim adalah hutan yang penyebarannya terbatas dan tumbuh di daerah beriklim musim. Hutan musim banyak terdapat di Sulawesi dan Nusa tenggara. Hutan kerangas Hutan kerangas, yaitu hutan yang tumbuh di pasir kuarsa, miskin unsur hara, jenis tanah podsol. Hutan kerangas banyak ditemukan di kalimantan tengah, Bangka Belitung, dan singkep. Baca juga Hutan Homogen Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya Hutan sabana Hutan sabana, yaitu dengan ciri tanahnya regosol dan grumosol. Hutan sabana banyak terdapat di daerah Nusa tenggara Hutan pantai Hutan pantai, yaitu hutan yang tumbuh di tanah kering berpasir di sekitar pantai, namun berada di atas pasang tertinggi air laut. Hutan pantai banyak terdapat di Sumatra, Jawa, dan Bali. Hutan mangrove Hutan mangrove, yaitu hutan yang terdapat di daerah pantai berlumpur atau sedikit berpasir, dipengaruhi pasang surut air laut. Hutan mangrove banyak terdapat di Sumatra, Jawa, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Hutan rawa Hutan rawa, yaitu hutan yang tumbuh di sekitar muara sungai dan tergenang air dari sungai. Hutan rawa banyak terdapat di Kalimantan, dan juga Jenis-Jenis Hutan Berdasarkan Jenis Pohonnya Hutan rawa gambut Hutan rawa gambut, yaitu hutan yang tumbuh di atas lapisan gambut yang belum mengalami pelapukan sempurna. Hutan ini memiliki ketebalan 1-5 m dan tergenang oleh air gambut dari air hujan. Hutan rawa gambut banyak terdapat di daerah Sumatra dan Kalimantan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Kitadapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat Hutan tropis dapat dijumpai di wilayah sekitar ekuator atau khatulistiwa dengan ciri-ciri curah hujan tinggi > mm per tahun dan suhu rata-rata 25⁰C. Hal inilah yang menyebabkan biodiversitas hutan hujan sangat hujan tropis paling luas adalah Amazon yang dikenal dengan nama selva. Hutan yang berlokasi di Amerika selatan ini memiliki 4 lapisan yaitu emerjen, kanopi, hutan muda dan semak adalah lapisan paling atas dari hutan tropis sehingga paling banyak menerima penyinaran matahari. Di bawah emerjen ada kanopi yaitu pepohonan bedaun rapat sehingg membentuk payung raksasa dan menghalangi matahari masih ke lapisan tengah, tumbuh pohon-pohon mudah yang merupakan turunan pohon raksasa di atasnya. hutan muda. Lapisan ini disebut hutan mudah. Sementara di bagian bawa terdapat lantai hutan yang berupa semak belukar, lumut, pakis, tumbuhan epifit, jamur dan tropis dibedakan menjadi dua yaitu hutan tropis basah oceanik dan hutan tropis kering continental.1. Hutan Tropis BasahWilayah zona hutan tropis basah berada di sekitar lintang tropis 0⁰-23,5⁰ LU/LS dengan kadar kelembaban dan penguapan sangat tinggi, curah hujan yang sangat besar. Hal ini terjadi karena wilayah daratan tersebut dikelilingi oleh lautan luas. Faktor itulah meyebabkan keanekaragaman flora di daerah ini sangat banyak. Citi-ciri fisik hutan tropis basah adalah kelembaban udara relatif tinggi > 60%, gradien termis harian relatif rendah sekitar 2⁰ - 5⁰C, dan suhu rata-rata sekitar hutan tropisWilayah dengan ciri fisik di atas terdapat di Amerika selatan, semenanjung Amerika Tengah, Pesisir Afrika bagian barat dan timur, Madagaskar dan Asia Tenggara. Hutan tropis basah memiliki karakteristika. jenis vegetasi yang hidup bervariasi lebih dari 100 spesies.b. senantiasa rimbun dan sangat rapat, sepanjang tahun hijau pada umumnya pohon yang tumbuh dapat mencapai > 60 meter, terdapat beragam jenis epifit dan tumbuhan sebaran hutan hujan2. Hutan Tropis KeringHutan tropis kering adalah wilayah hutan tropis yang ada di pedalaman daratan atau benua yang sudah tidak dipengaruhi oleh angin laut. Ciri fisik hutan tropis kering adalah kelembaban udara relatif rendah 10⁰C, dan suhu rata-rata relatif lebih tinggi yaitu tropis kering sering memiliki ciri fisik yang sangat berbeda dibandingkan hutan tropis basah. Walaupun secara lokasi memiliki kesamaan yaitu di sekitar lintang tropis, tapi daerah hutan tropis kering tidak memiliki biodiversitas flora fauna seperti hutan tropis basah. Kawasan hutan tropis kering meliputi Asia Barat, Afrika bagian tengah dan Asia Timur bagian terdapat perbedaan dari jumlah vegetasi yang tumbuh namun karakteristik dasar hutan tropis kering sama dengan hutan tropis basah yaitu pepohonannya berdaun lebat dan membentuk kanopi yang mengakibatkan lantai dasar hutan gelap dan memungkinkan semak belukar seperti liana dan epifit berkembang dengan hutan hujan yang lembab Hutan Heterogen. Hutan Hutan yang tumbuh di daerah pantai adalah hutan bakau (mangrove). Hutan temperate atau hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki empat musim, secara astronomis di antara 23,5 o - 66,5 o lintang utara maupun lintang selatan. Hutan ini berisi tumbuhan yang daunnya gugur (meranggas) pada musim
DiIndonesia hutan Heterogen antara lain ada pada pulau Jawa, Sumatra,Kalimantan dan juga Irian Jaya. Hutan Homogen. Hutan Homogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh satu macam tumbuhan. Hutan ini ada di daerah tropic beriklim basah, namun memiliki musim kemarau yang panjang. umumnya pohon-pohon di hutan musim tropic menggugurkan daunnya
.
  • 7t6av6jsli.pages.dev/204
  • 7t6av6jsli.pages.dev/127
  • 7t6av6jsli.pages.dev/353
  • 7t6av6jsli.pages.dev/359
  • 7t6av6jsli.pages.dev/268
  • 7t6av6jsli.pages.dev/367
  • 7t6av6jsli.pages.dev/213
  • 7t6av6jsli.pages.dev/209
  • hutan heterogen tumbuh di daerah beriklim