Jassinguna melawan dominasi & tekanan golongan kiri yang dilakukan oleh seniman-seniman Lekra. Pada tahun 1964 Soekarno menyatakan Manikebu sebagai hal yang ilegal, karena yang resmi adalah manifestopolitiknyayang wajib dijadikan garis besar haluan negara, tidak boleh ada manifesto lainnya yang tak mendukung NASAKOM.
Makadari itu, sejarah pun menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan di SBMPTN. Lalu, gimana sih soal-soal sejarah yang berbentuk HOTS? Yuk, kita lihat latihan soal HOTS SBMPTN sejarah 2019 dan pembahasannya berikut ini. Topik: Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Eropa. Subtopik: Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia. 1. telahterbukti menjadi partai politik yang memperoleh banyak dukungan dalam Pemilu 1955. Posisi PKI semakin menguat dengan dibentuknya Front Nasional sebagai salah satu bentuk pelaksanaan konsepsi Presiden.619 Peran PKI juga dapat dilihat dari kedudukan D.N. Aidit memimpin Panitia Kerja DPA yang merumuskan GBHN berdasarkan pidato Presiden berjudul Dibentuknyakabinet ini merupakan akibat dari peristiwa mundurnya Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden pada Kabinet Pembangunan VII. Pada waktu itu, banyak permasalahan yang terjadi di Indonesia. salah satu masalah terbesar adalah krisis moneter 1998 dan juga beberapa aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Indonesia. Materi: Kompetensi Teknis Guru SMA Sejarah. Kabinet Ampera memiliki program kerja yang disebut Catur Karya. Isi dari program tersebut adalah sebagai berikut, kecuali . melaksanakan politik luar negeri bebas aktif untuk kepentingan nasional. melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme. membubarkan setiap organisasi yang 5 Perhatikan data-data berikut: 1. Pendali inflasi 2. Perbanyak peredaran uang 3. Pemulihan produksi 4. Membentuk undang-undang baru 5. Memasukkan investor asing Yang merupakan program jangka pendek dari kabinet Ampera adalah a. 1 dan 2 b. 2 dan 3 c. 3 dan 4 d. 4 dan 5 e. 1 dan 3 jawaban: e 6. Program kerja kabinet Ampera dikenal dengan LatarBelakang. Kabinet Burhanuddin Harahap dibentuk sebagai pengganti Kabinet Ali Sastroamidjojo I yang sebelumnya telah menyerahkan mandatnya kepada presiden. Lalu, pada tanggal 29 Juli 1955, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengumumkan tiga nama calon formatur kabinet baru, yaitu Wilopo, Sukiman, dan Asaat. Namun ketiga calon ini justru sepakat .